Kegiatan Usaha Perseroan

Operasi Perseroan

Pada tahun 2013 pertumbuhan pembiayaan nasional di bawah 10%, hal ini meleset dari target Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) yang berharap bisa tumbuh 10%.

Bila tahun 2012 merupakan tahun konsolidasi dengan focus pada efisiensi, maka tahun 2013 adalah langkah awal tahun perkembangan Perseroan, dimana secara total pembiayaan Perseroan tumbuh sebesar 8,5%, yang disebabkan kenaikan pembiayaan konsumen.

Anjak Piutang

Anjak Piutang adalah pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam dan luar negeri. Usaha ini ditujukan untuk memperoleh sumber pembiayaan alternatif di luar sektor perbankan.

Sebagian besar modal kegiatan usaha Perseroan digunakan untuk Anjak Piutang yaitu per 31 Desember 2013 sebesar Rp. 17.456.250.000,- atau 37.38% dari total aset.

Mengingat kegiatan ini merupakan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan piutang suatu perusahaan dari transaksi perdagangan, maka manajemen melaksanakan anjak piutang secara selektif dengan memperhatikan jenis, ukuran/proporsi dan sumber tagihan vendor/nasabah serta analisis proses bisnis yang bersangkutan.

Sewa Guna Usaha

Perseroan tidak melakukan bisnis pembiayaan sewa guna usaha.

Pembiayaan Konsumen

Menurut Gabungan Industri kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada tahun 2013 penjualan mobil mencapai angka 1.229.903 unit, di atas target penjualan Gaikindo sebesar 1.1 juta unit.

Pada tahun 2013 kinerja Perseroan pada pembiayaan konsumen khususnya kendaraan roda empat meningkat dengan signifikan. Pembiayaan konsumen tumbuh 186.5% dari tahun 2012, dimana selain pembiayaan kendaraan roda empat, Perseroan juga membiayai kredit kepemilikan rumah.

Analisa Kinerja Usaha

Aset

Perseroan mencatat kenaikan total aset sebesar 3,68% di tahun 2013, yakni dari Rp. 45,05 milyar pada tahun 2012 menjadi Rp. 46,70 milyar di tahun 2013. Peningkatan ini terutama terjadi karena kenaikan piutang Pembiayaan Konsumen sebesar Rp. 1,56 milyar (168.49%) dan kenaikan pada pos penempatan (investasi) jangka pendek sebesar Rp. 6,99 milyar (44.66%) di tahun 2013.

Liabilitas

Total liabilitas di tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 16.2% (Rp. 0,478 milyar) dibandingkan posisi pada akhir tahun 2012 (Rp. 0,571 milyar). Penurunan ini terjadi terutama karena adanya penurunan sebesar Rp. 0.220 milyar (71.24%) di utang lain-lain.

Ekuitas

Jumlah ekuitas Perseroan di tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 3,93% karena adanya kenaikan sebesar Rp. 0,25 milyar (16.13%) pada saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya dan kenaikan sebesar Rp. 1,50 milyar (16,07%) pada saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.

Pendapatan

Total pendapatan di tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 3.11% dibanding perolehan pada tahun 2012, yaitu dari Rp. 4,61 milyar menjadi Rp. 4,47 milyar yang disebabkan karena penurunan pendapatan lain-lain sebesar 11,71%. Namun pendapatan Perseroan atas pembiayaan konsumen (Neto) meningkat pada tahun 2013 sebesar 495,97%.

Beban

Beban perseroan turun di tahun 2013 menjadi sebesar Rp. 2,32 milyar dibanding Rp. 2,74 milyar pada tahun 2012, atau terjadi penurunan sebesar 15,43%. Penurunan ini terutama terjadi karena adanya penurunan di pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai sebesar 97,06% atau dari Rp. 0.73 milyar menjadi Rp. 0,02 milyar. Sementara beban gaji dan tunjangan karyawan mengalami kenaikan sebesar 9.69%.

Laba Sebelum Beban Pajak

Perseroan membukukan laba sebelum beban pajak sebesar Rp. 2,15 milyar di tahun 2013, atau naik sebesar 14,92% dibanding posisi pada tahun 2012 sebesar Rp. 1,87 milyar.

Laba Tahun Berjalan

Laba tahun berjalan yang diperoleh perseroan di tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 14.45%, naik dari Rp. 1,67 milyar pada tahun 2012 menjadi Rp. 1,92 milyar di tahun 2013.

Arus Kas

Kas Neto yang diperoleh dari aktivitas operasi mengalami penurunan sebesar Rp. 1.439 milyar di tahun 2013.

Kas Neto yang digunakan untuk Aktivitas Investasi di tahun 2013 lebih kecil dibanding pada tahun 2012 yakni dari Rp. 0.25 milyar menjadi minus Rp. 7 milyar. Hal ini digunakan untuk penempatan jangka pendek sebesar Rp. 7 milyar.

Kas Neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan mengalami penurunan minus Rp. 0.168 milyar di tahun 2013. Penurunan ini karena pembayaran dividen tunai tahun 2013.

Kemampuan Membayar Utang

Perseroan memiliki komitmen untuk menjaga kondisi likuiditasnya mengingat kegiatan operasional sebagai perusahaan pembiayaan sangat ditentukan oleh ketersediaan dana yang memadai sesuai dengan ekspansi yang dilakukan.

Sumber utama pendanaan perseroan masih berupa modal sendiri. Perseroan tidak mempunyai hutang bank.

Tingkat Kolektibilitas Piutang

Per 31 Desember 2013, komposisi piutang pembiayaan konsumen (bruto) adalah sebagai berikut:

  • Kategori tidak ada tunggakan sebesar 91.67%.
  • Kategori tunggakan 1-30 hari sebesar 8.33%.
  • Tidak ada tunggakan di atas 30 hari.

Strategi Perseroan

Di tahun 2013, Perseroan menerapkan strategi baru yang merupakan kesinambungan dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2012, setiap langkah dan kebijakan perseroan bertumpu pada prinsip efisiensi. Di tahun 2013, Perseroan menerapkan prinsip efektivitas dan efisiensi. Perseroan menerapkan manajemen risiko yang sangat ketat dalam setiap tindakannya, yang ditujukan untuk memperkokoh fondasi penjualan dan pertumbuhan laba yang kuat di masa depan. Penerapan strategi baru ini akan terus berlanjut untuk memastikan bahwa seluruh system akan berjalan secara lebih efisien sehingga mampu memberikan nilai lebih bagi konsumen dan perseroan.

Memperkuat Struktur Organisasi

Perseroan akan memfokuskan diri pada penguatan struktur organisasi, terutama dalam hal pemasaran, pinjaman dan penagihan. Secara berkala Perseroan akan melakukan penilaian dan pengukuran terhadap target dan mekanisme pengendalian pada ketiga area tersebut, dan juga pada area Iainnya. Hasil yang diperoleh akan menunjukkan seberapa fokus manajemen risiko yang dilakukan Perseroan.

Menjaga Hubungan Baik Dengan Semua Mitra Bisnis

Kepercayaan dan hubungan baik dengan semua mitra usaha yang selama ini telah terpelihara balk adalah salah satu faktor pendukung kesuksesan Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan akan berupaya mempertahankan kepercayaan tersebut dan terus membina hubungan balk dengan semua mitra usaha, demi kepuasan semua pihak.

Meningkatkan Sumber Daya Manusia

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu faktor utama yang mendukung kesuksesan Perseroan. Oleh karena itu Perseroan percaya bahwa berinvestasi untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas akan sangat membantu pencapaian tujuan Perseroan.

Meningkatkan Produktivitas dan Efektivitas

Dalam rangka memberikan hasil yang optimal kepada seluruh stakeholder, Perseroan berkomitmen untuk terus melakukan efektivitas serta meningkatkan produktivitas untuk hasil yang optimal. Guna mencapai tujuan tersebut, setiap proses dan kegiatan yang berlangsung dalam Perseroan, akan didorong untuk memperhatikan 3 (tiga) hal pokok yakni efektivitas, kontrol yang optimal, serta senantiasa bertumpu pada kepuasan konsumen.

Meningkatkan Infrastruktur

Infrastruktur merupakan salah satu faktor penting serta mendukung kesuksesan perseroan. Oleh karena itu, perseroan berupaya untuk menyempurnakan infrastruktur dan sistem, antara lain dengan meningkatkan otomatisasi, mengurangi kontrol manual, serta memperbaharui dan menyempurnakan sistem yang ada.

Target

Berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan industri pembiayaan serta perkembangan penjualan kendaraan bermotor, di tahun 2014 Perseroan akan mengupayakan dapat tumbuh di kisaran angka 10 persen.