Manajemen Resiko

Pelaksanaan manajemen resiko menjadi bagian integral dari pelaksanaan system manajemen Perseroan, proses manajemen resiko ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan oleh Perseroan sehingga selalu tercipta perbaikan berkesinambungan.

Manajemen resiko mempunyai peranan yang sangat penting dalam Perseroan guna meningkatkan keuntungan, kesinambungan bisnis menjadi lebih positif dan tetap survive di era kompetisi yang semakin ketat.

Manajemen resiko dimaksudkan untuk mengenali, mengukur, sekaligus mengelola risiko yang dihadapi Perseroan agar dapat terhindar dari kerugian yang jauh lebih besar lagi. Analisis manajemen resiko meliputi account receivable, interest, produk, kualitas kolateral, konsumen, dan sebagainya. Hasil analisis ini akan digunakan sebagai perencanaan strategi pemasaran.

Fungsi utama manajemen resiko adalah menekan angka default rasio, dengan menerapkan kontrol penjualan, terutama saat survey konsumen dan analisa kredit agar konsumen yang terjaring benar-benar layak.

Manajemen Resiko Perseroan merupakan metode yang tersusun secara logis dan sistematis dari suatu rangkaian kegiatan yang terdiri dari penetapan konteks, identifikasi, analisa, evaluasi, pengendalian serta komunikasi resiko.

Proses ini diterapkan di semua tingkatan kegiatan, jabatan, proyek ataupun asset Perseroan. Implementasi manajemen resiko pada perseroan telah memberikan banyak manfaat pada setiap awal kegiatan. Salah satunya adalah dapat mengurangi peluang terjadinya resiko. Peran penerapan manajemen resiko dalam diharapkan pula dapat mengantisipasi perubahan lingkungan yang terjadi begitu cepat, mengembangkan Tata Kelola Usaha, dan mengamankan sumber daya dan asset yang dimiliki oleh Perseroan.

Dalam penerapan manajemen resiko Perseroan memiliki gambaran yang jelas mengenai fungsi dan tugasnya, antara lain: wajib berkoordinasi dan bekerja sama dalam mensosialisasikan kebijakan yang akan memelihara hubungan kerja yang baik antara para mitra bisnis dan stakeholders. Setiap pelaporan pelanggaran dicatat dan ditindak lanjuti untuk didistribusikan kepada semua unit kerja terkait untuk mencegah terjadinya pelanggaran serupa di masa akan datang. Untuk meminimalkan resiko terjadinya pelanggaran tersebut, Perseroan menerapkan suatu prosedur standar (SOP) yang berkesinambungan akan terus menerus disesuaikan dan diperbarui sesuai dengan peraturan 03K dan peraturan pasar modal serta regulator lain yang terkait.

Resiko Usaha

Resiko Tidak Tercapainya Proyeksi

Menghasilkan laba merupakan tantangan bagi setiap perseroan. Oleh sebab itu, perseroan selalu berusaha meningkatkan proyeksi pendapatan dalam upaya meyakinkan investor bahwa kegiatan usaha tetap berjalan lancar. Tidak tercapainya target kenaikan laba bersih yang telah diproyeksikan untuk tahun berikutnya dapat mengurangi tingkat pengembalian investasi yang diharapkan oleh pemegang saham.

Resiko tidak tercapainya proyeksi dikelola dengan cara meningkatkan kompetensi SDM terkait, penyesuaian portofolio pembiayaan, dan perbaikan strategi Perseroan.

Resiko Operasional

Resiko operasional disebabkan oleh berkurangnya tingkat efektifitas dari system operasional, prosedur maupun kendali dari Perseroan. Apabila resiko ini dapat dikendalikan, maka akan berakibat pada terganggunya kelancaran operasional dan mutu pelayanan kepada nasabah sehingga dapat berdampak pula terhadap menurunnya kinerja dan daya saing Perseroan.

Resiko operasional dikelola dengan cara meningkatkan operational excellence, mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam melaksanakan operasional Perseroan, dan meningkatkan kompetensi SDM terkait.

Kondisi Ekonomi

Perkembangan kondisi ekonomi Indonesia yang disebabkan dari banyaknya faktor antara lain terjadinya inflasi, kenaikan suku bunga, dan naik turunnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS atau mata uang Iainnya dapat mempengaruhi kinerja pembiayaan.

Resiko Tingkat Suku Bunga

Pergerakan yang signifikan dari tingkat suku bunga bank dan kurs mata uang dapat berpengaruh pada pembiayaan yang berdampak pada hasil kinerja Perseroan.

Resiko tingkat suku bunga dikelola dengan cara peningkatan kompetensi SDM terkait, penyesuaian portofolio pembiayaan.

Iklim Politik

Setelah Indonesia berhasil melalui krisis keuangan Asia pada tahun 2008 lalu, Perseroan optimis Indonesia akan mengalami pertumbuhan ekonomi pada sektor perbankan, sektor industry, dan sektor bisnis yang sama baiknya dengan negara maju Iainnya yang nantinya akan mempengaruhi kinerja operasional perusahaan pembiayaan di Indonesia termasuk kinerja Perseroan.

Resiko Peraturan Pemerintah

Resiko yang dihadapi Perseroan berkaitan dengan perubahan peraturan pemerintah adalah disebabkan oleh kelalaian Perseroan dalam mematuhi peraturan-peraturan baru yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kelalaian Perseroan dalam mematuhi peraturan-peraturan baru khususnya dalam bidang pasar modal (yang sekarang bernama Otoritas Jasa Keuangan "OJK") baik yang dikeluarkan langsung oleh Bapepam-LK (OJK) sebagai badan pemerintah yang ditunjuk untuk mengatur dan melaksanakan pengawasan atas kegiatan pasar modal maupun oleh ketentuan perundang-undangan. Kelalaian dalam mematuhi peraturan baru dan ketentuan-ketentuan Pasar Modal (OJK) yang berlaku di Indonesia dapat mempengaruhi pendapatan usaha Perseroan.

Kompetisi

Pada saat ini dunia usaha khususnya industri pembiayaan menjadi semakin kompetitif sektor perbankan juga masuk dalam industri ini. Perusahaan pembiayaan yang mempunyai hubungan langsung dengan industri hulu akan menjadi tantangan tersendiri bagi Perseroan untuk mengolah strategi kompetisi dalam upaya mempertahankan pangsa pasarnya. Dalam beberapa kasus dibutuhkan tindakan yang memiliki dampak jangka pendek dan negatif terhadap marjin pendapatan.

Resiko Perpindahan Tenaga Kerja Profesional

Setiap perusahaan dewasa ini percaya bahwa sumber daya manusia adalah aset terpenting Perseroan. Keberhasilan atau kegagalan Perseroan tergantung pada kualitas tenaga kerjanya. Perpindahan tenaga kerja professional yang dimiliki Perseroan ke perusahaan lain, terlebih lagi ke perusahaan kompetitor yang memiliki kegiatan sejenis dengan Perseroan dapat memberikan pengaruh negative terhadap kinerja dan reputasi Perseroan.

Resiko ini dikelola dengan menerapkan system reward yang fair dan bersaing, serta memberikan peluang dan jenjang karir yang jelas kepada karyawan Perseroa