Kegiatan Usaha Perseroan

Operasi Perseroan

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29/POJK.05/2014 tentang Penyelengaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan, maka Perseroan menyelaraskan bidang usaha melalui perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Pada Pasal 3 mengenai maksud dan tujuan Perseroan adalah:

  • Pembiayaan Investasi
  • Pembiayaan Modal Kerja
  • Pembiayaan Multi Guna

Pembiayaan Investasi

Pembiayaan Investasi adalah pembiayaan untuk pengadaan barang-barang modal beserta jasa yang diperlukan untuk aktivitas usaha/investasi, rehabilitasi, modernisasi, ekspansi atau relokasi tempat usaha/investasi yang diberikan kebada debitur dalam jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun.
Pembiayaan Investasi dilakukan dengan cara:

  • Sewa Pembiayaan
  • Jual dan Sewa-Balik
  • Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang
  • Pembelian dengan Pembayaran Secara angsuran
  • Pembiayaan Proyek

Pembiayaan Modal Kerja

Pembiayaan Modal Kerja adalah pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran-pengeluaran yang habis dalam satu siklus aktivitas usaha debitur dan merupakan pembiayaan dengan jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun.
Pembiayaan Modal Kerja dilakukan dengan cara:

  • Jual dan Sewa Balik
  • Anjak Piutang dengan Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang
  • Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang
  • Fasilitas Modal Usaha

Pembiayaan Multi Guna

Pembiayaan Multi Guna adalah pembiayaan untuk pengadaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha (aktivitas produktif) dalam jangka waktu yang diperjanjikan.
Pembiayaan Multiguna dilakukan dengan cara:

  • Sewa Pembiayaan
  • Pembelian dengan Pembayaran Secara angsuran
  • Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan.

Analisa Kinerja Usaha

Aset

Perseroan mengalami penurunan total aset sebesar 8,42% di tahun 2018, yakni dari Rp 83,80 milyar pada tahun 2018 menjadi Rp 76,75 milyar di tahun 2017. Penurunan ini terutama terjadi karena penurunan pada pos penempatan investasi efek tersedia untuk dijual sebesar Rp. 7,25 miliar (16,09%) dari Rp. 45,12 milyar ditahun 2017 menjadi Rp 37,87 milyar di tahun 2018 dan piutang pembiayaan konsumen sebesar Rp. 1,77 milyar (11,55%) dari Rp. 15,36 milyar ditahun 2017 menjadi Rp 13,58 milyar di tahun 2018.

Rincian dan persentase aset Perseroan pada
tanggal 31 Desember 2018 dan 31 Desember 2017 sebagai berikut :

Liabilitas

Total liabilitas di tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 6,35% (Rp 72,71 juta) dibandingkan posisi pada akhir tahun 2017. Penurunan ini terjadi terutama disebabkan oleh penurunan Liabilitas Pajak Tangguhan sebesar Rp 143,52 juta (63,59%) yakni dari tahun 2017 sebesar Rp 255,97 juta menjadi sebesar Rp 82,18 juta di tahun 2018.

Ekuitas

Jumlah ekuitas Perseroan di tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 8,45% atau Rp 6,98 milyar yaitu menjadi Rp 75,68 milyar dari Rp 82,66 milyar di tahun 2017, hal ini disebabkan karena penurunan laba Komprehensif dari Rp. 13,93 miliyar di tahun 2017 menjadi Rp. 5,30 miliyar di tahun 2018 (turun sebesar 61,96%)

Pendapatan

Pendapatan Perseroan berasal dari anjak piutang dan pembiayaan konsumen, pendapatan administrasi, pendapatan provisi, pendapatan denda, pendapatan bunga bank dan pendapatan lain-lain.

Per 31 Desember 2018, total pendapatan tercatat sebesar Rp 5,70 miliar, turun sebesar (55,12%) dibandingkan tahun sebelumnya per 31 Desember 2017 yaitu Rp 12,70 miliar. Penurunan pendapatan disebabkan oleh penjualan surat berharga (83,62%) dari Rp 8,70 miliar menjadi Rp 1,43 miliar.

Beban

Beban Perseroan berasal dari tenaga kerja, cadangan kerugian penurunan nilai, umum dan administrasi, imbalan pasca-kerja, dan beban lain-lain. Hingga Per 31 Desember 2018, Perseroan mencatat total beban Rp 3,98 miliar naik sebesar 2,33% dibandingkan 31 Desember 2017, yaitu sebesar Rp 3,87 miliar. Kenaikan total beban terutama disebabkan oleh tenaga kerja, umum dan administrasi sebesar 9,64% dari Rp 3,63 miliar menjadi Rp 3,98 miliar.

Laba (Rugi) Komprehensif

Jumlah laba komprehensif Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 sebesar (Rp 6,98) miliar, mengalami penurunan sebesar 130,76% dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 yang sebesar Rp 22,69 miliar. Penurunan laba komprehensif ini disebabkan karena penurunan nilai investasi efek yang tesedia untuk dijual (belum terealisasi) sebesar Rp. 22,68 miliar (-161,71%).

Arus Kas

Analisis arus kas untuk aktivitas operasi pada perusahaan pembiayaan berbeda dengan perusahaan-perusahaan lain pada umumnya, di mana nilai negatif atau penggunaan kas yang berlebihan terutama untuk pembiayaan baru menunjukkan kemampuan dari perusahaan pembiayaan tersebut dalam mendapatkan pembiayaan baru. Dengan kata lain, semakin besar penggunaan kas dari aktivitas operasi terutama pada pembiayaan baru mencerminkan pertumbuhan perusahaan tersebut semakin baik. Adapun rincian arus kas Perseroan pada tahun 2018 dan 2017 dapat dilihat pada tabel:

Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi

Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi adalah sebesar Rp. 2,30 miliar dan (Rp. 9,42 miliar) untuk tahun tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2017. Penurunan kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi yang terjadi pada 31 Desember 2017 dibandingkan 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp 11,72 miliar atau sebesar 124,47% terutama disebabkan oleh penurunan pembiayaan.

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi

Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi adalah sebesar Rp. 106 juta dan (Rp. 9,15 miliar) untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2017. Kas bersih yang digunakan aktivitas investasi terutama untuk investasi pada pembelian dan atau penjualan efek yang tersedia untuk dijual sebesar Rp 3,83 miliar dan Rp, 3,8 miliar tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi yang terjadi pada 31 Desember 2018 adalah sebesar 101,17 %.

Rasio Keuangan Utama

.

Kemampuan Membayar Utang

Perusahaan selalu memantau proyeksi arus kas dan ketersediaan dana untuk melunasi liabilitas jangka pendek. Perusahaan tidak mempunyai hutang bank atau kewajiban jangka panjang lainnya.

Tingkat Kolektibilitas

Rincian umur piutang pembiayaan konsumen tahun 2018 dan 2017 adalah sebagai berikut:

Struktur Permodalan dan Kebijakan Manajemen Atas Struktur Modal

Modal Perseroan masih menggunakan modal sendiri, yaitu yang berasal dari modal disetor dan saldo laba. Modal saham yang ditempatkan dan disetor pada tahun 2018 adalah sebesar Rp 33,8 miliar

Investasi Barang Modal yang Direalisasikan

Investasi barang modal yang dilakukan Perseroan sepanjang tahun 2018 dilakukan untuk menunjang kegiatan operasional. Investasi barang modal tersebut berupa prasarana, peralatan, perabotan kantor, dan komputer. Adapun nilainya mencapai sebesar Rp132 juta.

Target dan Realisasi Tahun Buku serta Target Tahun Buku Berikutnya

Di tengah kondisi perlambatan ekonomi yang masih berlanjut berdampak pada pencapaian target pembiayaan yang disalurkan Perseroan pada tahun 2018. Pembiayaan yang disalurkan hanya mencapai 74% dari target yang dicanangkan, atau mencapai Rp 33,382 miliar dari sebesar Rp 46,157 miliar. Untuk tahun 2019, Perseroan menargetkan total pembiayaan mencapai Rp 42 miliar atau tumbuh sebesar 41% dari realisasi atau pencapaian pembiayaan pada tahun 2018.

Informasi dan Fakta Material yang Terjadi setelah Tanggal Laporan Akuntan

Tidak ada informasi dan fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan untuk tahun buku 2018.

Aspek Pemasaran

Pemasaran

Kegiatan pemasaran memegang peranan penting, baik untuk memperluas kegiatan usaha maupun untuk mempertahankan pangsa pasar dalam industri pembiayaan. Bagian pemasaran terus meningkatkan jalinan kerja sama dengan dealer dan mitra strategis pembiayaan untuk meningkatkan pembiayaan.

Pemasaran yang dilakukan Perseroan berfokus pada pelayanan dan pembinaan hubungan baik kepada mitra usaha, baik itu bank, lembaga pembiayaan dan kreditur lainnya, asuransi, dealer dan konsumen.

Hubungan dengan Bank

Perseroan menjaga hubungan yang berkesinambungan dengan bank, walaupun saat ini belum terjalin kerjasama dengan bank dalam hal pendanaan. Kerjasama yang baik dengan pihak bank memudahkan Perseroan dalam melakukan transaksi baik itu dengan pihak dealer maupun konsumen.

Hubungan dengan Dealer

Perseroan bekerja sama dengan dealer dan membina hubungan baik dengan mempertahankan kinerja dan kredibilitas.

Hubungan dengan Konsumen

Untuk mempertahankan kelangsungan usaha, Perseroan senantiasa meningkatkan pelayanan terhadap konsumen mulai dari saat pengajuan kredit hingga berakhirnya kewajiban konsumen terhadap Perseroan.

Pengajuan kredit diproses dengan mudah, cepat dan aman tanpa meninggalkan prinsip kehati-hatian. Perseroan juga menyediakan beberapa metode pembayaran angsuran untuk memudahkan konsumen. Konsumen dapat memastikan bahwa setelah melakukan pelunasan kredit, segera dapat diperoleh BPKB. Selain itu Perseroan juga menawarkan bunga yang kompetitif.

Hubungan dengan Maskapai Asuransi

Perseroan mengharuskan adanya asuransi terhadap obyek yang dibiayai untuk meminimalisasi risiko. Oleh karena itu Perseroan memelihara hubungan baik dengan Maskapai Asuransi yang mempunyai kredibilitas, berskala nasional yang memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen serta memberikan komitmen yang baik kepada Perseroan dalam menjalankan strategi bisnis.